Merintis Desa Mandiri Energi di Kampung Cikupa

Akses jalan kampung cikupa

Akses jalan kampung cikupa

Susahnya askes yang di tempuh, sulitnya medan, dan jauhnya pemukiman dari perkotaan membuat warga di Kp.Cikupa Desa pakenjeng  Kec. Kab Garut masih belum dapat menikmati listrik seperti warga di daerah-daerah lain seutuhnya. Kampung Cikupa merupakan kampung yang berdiri diatas tanah perkebunan milik PTPN V. Seluruh masyarakat  kampung cikupa berprofesi sebagai pemetik teh, akan tetapi sebagian warga memiliki usaha sampingan yaitu bertenak sapi.

Pada hari Jum’at kami berangkat dari Bandung pukul 5 pagi. Memerlukan waktu 4 jam untuk mencapai kampung Cikupa dengan medan yang cukup berat. Pada pukul 11.00 kami sampai.  Kabut tipis menyelimuti kampung Cikupa yang memang letaknya berada di tengah-tengah perkebunan teh milik PTPN.

Dengan sulitnya askes yang di tempuh membuat PLN tidak dapat memenuhi kebutuhan listrik  masyarakat  di kp.Cikupa ini, sehingga masyarakat Kampung Cikupa hanya bisa menggunakan listrik dari generator set yang berbahan bakar  solar, itupun hanya dapat mereka nikmati dari jam 6-10 malam, dan jam 4-5 pagi. Dengan keterbatasan energi listrik seperti ini membuat aktifitas warga di kampung Cikupa ini menjadi terhambat, waktu mereka terbatas, mereka hanya bisa beraktifitas pada siang hari saja, ketika matahari sudah terbenam mereka hanya bisa menunda pekerjaannya untuk di lanjutkan besok ketika matahari sudah terbit lagi. Begitupun dengan para pelajar di daerah Cikupa, mereka hanya bisa belajar pada siang hari saja, ketika malam hari mereka tidak dapat belajar kembali mengulang pelajaran tadi siang yang disampaikn oleh guru di sekolah.

Atas landasan factor-faktor berikutlah Sehingga Yayasan Sumber Ilmu (YSI) bekerjasama dengan PT.PLN PERSERO merintis DESA MANDIRI ENERGI. Desa Mandiri Energi berbasis energi terbarukan dengan mengembangkan sumber daya energy lokal. Sumber energi lokal yang terdapat di Kampung Cikupa ialah kotoran ternak yang dapat diolah menjadi biogas (CH4). Kami berencana membangun digester biogas berkapasitas 18 m3 yang menghasilkan gas sebesar 3,6 m3/hari. Dengan jumlah gas yang di produksi, kami mampu membangkitkan listrik sebesar 3000 watt selama kurang lebih 2 jam dengan asumsi gas mesin sebanyak o,5 m3/Kwh.

Kemudian kami menggunakan konsep “power saver” dalam artian kami menyimpan sebagian listrik dalam baterai. Konsep ini sama dengan konsep managemen sumberdaya listrik pada laptop. Ketika input sumberdaya dikoneksikan ke laptop, sebagian listrik akan disimpan dalam baterai sehingga bisa digunakan kemudian. Dengan konsep ini kami berharap bisa memenuhi kebutuhan listrik warga selama 6 jam.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: