Listrik 20.000 watt dari Kotoran Kerbau

Warga Kampung Langkop Desa Bojongsalam Kec.Rongga Kab.Bandung Barat  akhirnya dapat menikmati listrik setelah menunggu 65 tahun berkat program DESA MANDIRI ENERGI yang diselenggarakan oleh PT.PLN Distribusi Jawa Barat dan Banten bekerjasama dengan Yayasan Sumber Ilmu.

Sebelum ada  program desa mandiri energi, warga kp. Langkop mayoritas meggunakan lampu teplok berbahan bakar minyak tanah yang harganya Rp. 13.000/liter untuk penerangan di malam hari.  Jaringan PLN tidak dapat menjangkau Kp Langkop karena kampung tersebut berkedudukan di dalam kawasan hutan PERHUTANI sehingga untuk memasang jaringan instalasi listrik disamping memerlukan biaya insbestasi yang tinggi juga harus ada ijin dari PERHUTANI terlebih dahulu. Sejak tahun 2006 warga Kp. Langkop melalui kepala Desa Bojongsalam telah mengajukan permohon pemasangan listrik via program LISTRIK MASUK DESA (LISDES) hingga tahun 2011 permohonan tersebut belum dapat terkabulkan oleh Pemerinata Daerah  Kab.Bandung Barat  karena belum ada ijin dari PERHUTANI. dari 115 KK hanya 12 KK yang mampu memasang Kwh dengan jarak kurang lebih 4 Km memakan biaya sebesar 3 hingga 4 juta rupiah. karena itu bila malam hari wajar kalau Kp. Langkop gelap gulita, sepi  seperti tanpa penghuni padahal Kp Langkop berpenduduk kurang lebih 600 jiwa.

Kompor Biogas

Kompor Biogas

Alhamdulillah, berkat adanya program desa  mandiri energi yang diinisiasi oleh Yayasan Sumber Ilmu  sekarang warga dapat menoton TV di malam hari, anak – anak dapat belajar diterangi lampu listrik, masjid dan madrasyah juga terang, warung – warung buka hingga malam hari,   kampung menjadi ramai layaknya di kota.  melalui kerja keras para inisiator program yang didukung oleh seluruh warga Langkop pembangunan instalasi listrik berbasis energi alternatif ( baca: BIOGAS dan BIOFULE)  dapat selesai tepat waktu yaitu 90 hari kerja bahkan hasilnya ALHAMDULILLAH  melebihi target yang direncanakan,  semula rencana awal program desa mandiri energi hanya untuk 30 kk warga miskin namun atas dasar musyawarah mufakat dan dukungan penuh dari PT.PLN akhirnya program ini dapat dinikmati 115 kk dan menerangi  fasilitas umum antara lain : 1  buah masjid, 2 buah madrasyah dan 1 buah pukesmas.

Dengan kapasitas generator listrik 20.000 watt maka masing – masing warga mendapat jatah 100 watt.  Selanjutnya pengelolaan isntalasi listrik diserahkan kepada warga melalui kepala desa Bojongsalam, dan untuk operasionalnya dibentuk BUMDES (Badan Usaha Milik Desa), BUMDES yang akan mengatur segala sesuatu yang terkait dengan pemakain dan pemeliharaan listrik berbasis energi alternatif.  Iuran listrik didasarkan pada hasil musyawarah antara pengurus BUMDES dengan warga, sehingga tidak memberatkan warga. Pemakaian listrik dibatasi selama 6 – 7 jam setiap hari.  pembatasan tersebut dimaksudkan agar umur teknis generator dapat mencapai 5 tahun.

GENSET DUAL DUEL (BIOGAS & SOLAR)

GENSET 20 Kw DUAL FUEL (BIOGAS & SOLAR)

Energi alternatif sangat potensial untuk dikembangkan menjadi sumber energi listrik pedesaan terutama di Kabupaten Bandung Barat yang  30 % penduduknya belum menikmati fasilitas listrik negara. Keuntungan utama mengembangkan energi alternatif berbasis limbah peternakan dan pertanian serta limbah rumah tangga adalah  dapat menghemat pemakaian BBM dengan kata lain  menghemat APBN (baca : mengurangi  subsidi BBM), disisi yang lain  ramah lingkungan , membuka kesempatan kerja bagi penduduk lokal dan yang lebih penting tidak MENAMBAH HUTANG LUAR NEGERI karena program cukup dibiayai dari dana CSR BUMN atau Swasta.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: