Konsep Pengelolaan Sampah

Abstrak

Aktivitas PEMULUNG yang mengumpulkan sampah sebagai mata pencaharian memberi inspirasi kepada pendiri * Yayasan Sumber Ilmu salah satu organisasi nir laba yang konsern di bidang lingkungan hidup dengan kegiatan utama pelatihan daur ulang sampah di Bandung menggagas konsep pengelolaan sampah berbasis ekonomi kerakyatan, gagasan tersebut didasarkan pada hasil survey nilai ekonomis sampah pada tahun 1998 oleh Yayasan Sumber Ilmu di kota Bandung dan sekitarnya dengan hasil sebagai berikut : (1) 18 % dari total volume sampah mempunyai nilai ekonomis langsung (2) Nilai ekonomis sampah tersebut memberi kesempatan usaha dan kerja bagi masyarakat dan (3)  Berkembangnya usaha mandiri berbasis daur ulang sampah.

Sejak tahun 1995 telah mengembangkan program pemberdayaan masyarakat melalui nilai ekonomis sampah. Dimana kegiatan utama program tersebut diatas adalah menggali nilai ekonomis sampah melalui teknologi tepat guna. Pemanfaatan sampah sebagai sumber penghidupan terutama bagi kawulo alit ( baca: masyarakat ekomi lemah) telah mendukung berkembangnya industry daur ulang sampah. Dengan adanya teknologi biogas yang dapat mengolah sampah organic menjadi ENERGI ALTERNATIF dan pupuk organic cair membuka peluang yang besar bagi masyarakat mengembangkan potensi sumberdaya sampah  untuk meningkatkan nilai ekonomis sampah dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.

Pendahuluan

Akar masalah SAMPAH pada brand image yang menggap sampah adalah barang yang tak berguna sehingga menimbulkan prilaku masyarakat untuk membuang sampah. Jauh sebelum lahir UU.No.18 Tahun 2008 Tentang Pengelolaan Sampah, Yayasan Sumber Ilmu telah menyakini bahwa sampah adalah SUMBERDAYA yang dapat digunakan untuk meningkatkan kesejateraan masyarakat melalui pemanfaatan teknologi tepat guna. Untuk mewujudkan sampah sebagai sumberdaya hal penting yang harus dilakukan adalah mengubah imege sampah dari barang tak berguna menjadi barang yang berdayaguna dimata masyarakat.

Salah satu cara untuk mengubah image tersebut yaitu dengan memanfaatkan teknologi tepat guna untuk mengolah sampah menjadi produk yang dibutuhkan masyarakat. Pengelolaan sampah berbasis ekonomi kerakyatan adalah salah satu cara untuk mengurangi volume sampah dengan menjadikan sampah sebagai barang berdayaguna yang bernilai ekonomis. Pemanfaatan sampah sebagai bahan baku industry daur ulang dilakukan dengan membentuk kelompok usaha produktif daur ulang sampah di tingkat RW dengan merikrut kader peduli lingkungan.

Potensi Sampah

volume total sampah Kota Bandung 2.785 m3/hari. Masyarakat kawasan Bandung Timur menghasilkan sampah 815 m3/hari, Bandung Barat 1.066 m3/hari dan Bandung Tengah 905 m3/hari. Sampah Kota Bandung umumnya memiliki komposisi (dalam % berat) sebagai berikut : 42 % organik, 27 % sisa makanan, 9 % plastik bukan daur ulang, 5 % tekstil, 3 % karet dan 14 % lain-lain. Dari data komposisi sampah 80 % berpotensi dijadikan bahan baku industry daur ulang.

Pemberdayaan Masyarakat

Pemberdayaan masyarakat secara lugas dapat diartikan sebagai suatu proses yang membangun manusia atau masyarakat melalui pengembangan kemampuan masyarakat, perubahan perilaku masyarakat, dan pengorganisasian masyarakat.

Tiga tujuan utama dalam pemberdayaan masyarakat yaitu :

  1. Mengembangkan kemampuan masyarakat
  2. Mengubah perilaku masyarakat,
  3. dan Mengorganisir diri masyarakat.

Syarat mutlak  pemberdayaan masyarakat adalah orientasinya yang selalu tertuju kepada kemandirian, kesinambungan, dan keberlanjutan. Kemandirian adalah sikap yang bersumber pada kepercayaan diri. Kemandirian juga adalah kemampuan (mental dan fisik) untuk: (1) memahami kekuatan dan kelemahan diri sendiri; 2) memperhitungkan kesempatan dan ancaman lingkungan; dan 3) memilih berbagai alternatif yang tersedia untuk mengatasi persoalan dan sekaligus mengembangkan kehidupan secara serasi dan berkesinambungan.

Ada 4 (empat) kegiatan penting yakni:

  1. Problem solving (pemecahan masalah)
  2. Sense of Community (perduli terhadap masyarakat)
  3. Sense of mission (komitmen terhadap misi proyek)
  4. dan Honesty with self and with others (jujur kepada diri sendiri dan orang lain)

Pendampingan kepada kelompok penerima manfaat program  dilakukan pada :

  1. Aspek teknis,
  2. Aspek kelembagaan dan
  3. Aspek ekonomi.

Partisipasi masyarakat didorong melalui, yaitu:

  1. Program pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui program 3 R
  2. Memfasilitasi terbentuknya  Organisasi dan lembaga kemasyarakatan yang mampu menggerakkan dan menyalurkan aspirasi masyarakat
  3. Peningkatan peranan masyarakat dalam pengelolaan sampah disumber timbulan sampah.

Indikator Keberhasilan : “ Pasca program pemberdayaan masyarakat penerima manfaat program mampu melakukan pengelolaan potensi sumberdaya sampahnya secara mandiri ”.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: